Share this content on Facebook!
28 Nov 2016


Kaos oblong atau t-shirt jadi masyhur saat dikenakan oleh Brando Marlon pada 1947, yakni saat dia berakting peran karakter Kowalsky Stanley di teater pentas yang bertema A Street Named Desire. Pada saat itu pemerhati terpaku serta kagum. Di samping, terdapat juga pemirsa yang komplain, dan berasumsi bahwa pemakaian kaos oblong itu merupakan kurang ajar. Tidak dihindari, timbullah permasalahan sepuar tshirt.

Inti Masalahnya ialah, beberapa komunitas menganggap pengenaan kaos sebagai luaran itu tidak sopan. Tetapi pada masyarakat yang lain, terlebih anak gaul, telah ditimpa musim tshirt, dan juga mengasumsikan tshirt sebagai bentuk kemerdekaan anak muda.

Perdebatan itu jadinya menambah popularitas serta publisitas tees di percaturan model. Mengakibatkan pula, beberapa pabrik garmen jadi terdorong menyambutnya, walaupun awal mulanya konveksi kurang percaya prospek bisnis kaos.

Sedikit demi sedikit tapi tentu, tees mulai jadi pakaian setiap hari serta jadi baju pakaian. Di tengah th. 50an, kaos oblong telah berubah jadi bagian dari dunia gaya. Akan tetapi baru pada th. 60an ketika segolongan anak muda gaul mulai merajai dunia, menjadikan tees menjadi pesan anti kemapanan.

Banyak bagian masyarakat semisal anak muda gaul, komunitas anak punk, serta organisasi politis, juga tahu bahwa kaos bisa jadi atribut persuasi yang mempunyai daya. Kalimat apa pun dapat dicetak diatas tees, awet, serta penyebarannya cukup tak terikat tempat dan waktu.

Siapa pun walau dia customer, yang memiliki bisnis, pengelola band, serta siapa saja, bisa secara gampang memperlihatkan sapa diri Anda hanya dengan memakai tshirt dengan desain grafis atau pencampuran elemen desain lain.

Berjamurnya kaos dan kaos distro di komunitas usaha modern menimbulkan dampak kemajuan pada dunia design. Beragam karya desain yang dilaksanakan dengan medium kaos mewarnai kehidupan, tidak hanya sekedar desain huruf tapi photo, karya desain yang zaman dulu tak mungkinkan untuk memakai medium kaos oblong, waktu ini seluruhnya jadi mungkin saja.

Dalam Nusantara, konon, terbawanya tshirt karena dimasukkan oleh sebagian penduduk Belanda. Tetapi waktu itu perubahannya tidak begitu cepat, sebab kaos mempunya nilai gengsi yang tinggi, serta di Indonesia mesin pemintalannya belum setara. Menyebabkan kaos termasuk benda yang tak terjangkau.

Tees Distro di Nusantara

Tetapi, kaos baru muncul pertambahan signifikan dan menyebar ke seluruh tempat desa sekitaran permulaan th. 1970. ketika itu bentuknya masihlah biasa. Berwana putih polos, bahan baku katun tipis halus, melekat ketat di badan dan hanya bagi golongan pria. Beberapa merk yang populer ketika itu yakni 77 dan Swan. Terdapat pula merk Cabe Rawit, Kembang Manggis, atau sebagainya. Trend tshirt dicatat sama Seniman Kartun GM Sudarta melalui karakter Om Pasikom dan kemenakannya dengan berjudul "Generasi Kaos Oblong".

Th. 1980 dunia tshirt dipenuhi sama creative industri. Terlihat beberapa brand populer seperti Kaos JOGER di Bali, Kaos DAGADU dari Yogyakarta, serta Kaos C59 dari Bandung. tees ini populer dengan desainnya yang unik, kreatif, serta menarik.

Tahun 1990 - yaitu tahun di mana dunia kaos Nusantara diramaikan orang-orang kreatif yang menjual kaos dengan konsep sendiri serta menciptakan sendiri, dan dijual pada outlet milik mereka. Istilah orang seperti mereka adalah Distro Clothing. Dimana distro ini ialah kependekan daripada Distribution Outlet yang bermakna outlet yang mendistribusikan atau menyediakan beberapa barang unik, di mana kaos ialah satu di antaranya.

Di mana distro, singkatan dari distribution store atau distribution outlet, ialah warung di Indonesia yang menyediakan pakaian serta aksesories yang dititip oleh pembuat baju, atau dibuat sendiri. Selain itu distro biasanya adalah industri kecil hingga menengah (UKM) dengan brand sendiri yang ditimbulkan oleh sebagian anak muda. Product yang diciptakan oleh distro diniatkan bukan untuk di produksi dengan cara massive, agar memelihara ciri eksklusif 1 produk serta hasil kerajinan. kaos dakwah


Comments

There isn't any comment in this page yet!

Do you want to be the first commenter?


New Comment

Full Name:
E-Mail Address:
Your website (if exists):
Your Comment:
Security code: